• Archive
  • RSS
  • Ask me anything
  • Submit

just a teeny-weeny part of this long walk

We all romanticize the people we adore.

John Green (via loveyourchaos)

I usually don’t post mushy things, but how true this is. 

(via thegreaterjihad)

(via thegreaterjihad)

Source: shit-for-brains

  • 3 months ago > shit-for-brains
  • 82634
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
what i think of ikhlas.
Pop-upView Separately

what i think of ikhlas.

    • #photowork
  • 5 months ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
which one will you choose?
Pop-upView Separately

which one will you choose?

(via deenndunia)

Source: claytonrjohnson

  • 5 months ago > claytonrjohnson
  • 143
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
this is simply cute :)
najwafarhana:

pilih SATU !
View Separately

this is simply cute :)

najwafarhana:

pilih SATU !

(via ummuammar)

Source: chicaqowhite

  • 5 months ago > chicaqowhite
  • 590
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
amin :)
View Separately

amin :)

(via ummiafiqahscarlett)

Source: myclip

  • 5 months ago > myclip
  • 57
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+

Salam (yang tertunda) dari Jogja (posting utk grup Jilbab Traveler)

Perihal jalan-jalan, baik yang bermodal banyak atau sedikit, rasa-rasanya semakin menggoda dan bergelora (agak lebay, ya :) ) setelah semakin banyak orang yang melek internet, yes? Hubungannya mungkin tidak tergariskan secara langsung, tapi di internetlah para pehobi kegiatan tersebut bisa berbagi pengalaman perjalanannya dengan bebas, mudah, dan murah.  Mulai dari blog, milis, hingga grup FB seperti Jilbab Traveler ini tersedia di internet, tinggal dipilih saja mana yang cocok.

Sebagai orang yang belum banyak traveling (meskipun sebenarnya suka), menjadi bagian kecil dari grup ini menambah wawasan saya tentang berbagai tempat di penjuru dunia. Saya juga semakin meyakini beberapa hal: bahwa hijab yang dikenakan muslimah tidak menjadi penghalang untuk menjelajahi bumi-Nya yang amat luas dan mempesona ini; bahwa teman-teman yang sudah berkeluarga pun bisa menikmati traveling bersama keluarga (terutama yang memiliki anak-anak yang masih kecil) dan bukan menjadikan keluarga sebagai sumber kerepotan; bahwa makanan halal ternyata bisa ‘diakali’ terutama saat traveling ke negara non-mayoritas Muslim; dan ‘bahwa-bahwa’ lain yang tak pernah saya duga sebelumnya namun penting, misalnya bahwa untuk ke Jepang, kita harus punya tabungan dulu yang cukup besar jumlahnya.

Pada masa awal bergabung dengan grup ini, jujur saya mengharapkan ada kopi darat dengan semua anggotanya. Namun mungkin sulit juga, karena anggotanya benar-benar menyebar di seluruh dunia. Akhirnya saya nekat dan iseng merencanakan kopi darat dengan anggota yang berdomisili di Jogja. Saya posting pengumuman kopi darat di bagian events pada bulan Juni, lalu disepakati untuk bertemu pada bulan berikutnya, Juli. Dari sekitar enam orang yang tinggal di Jogja saat pengumuman itu di-post, ada dua orang (selain saya pastinya) yang menyanggupi hadir di kopi darat kecil-kecilan kami. Alhamdulillah, teman dan ilmu tetap bertambah dong ya meskipun tak banyak yang hadir :) Teman-teman yang lain seingat saya sudah terjadwal ada acara lain.

kiri-kanan: saya, mba Rini Selly, Nik Salsabila

Setelah ngobrol ngalor-ngidul, kami sama-sama berpendapat bahwa tempat-tempat di Jogja pun masih banyak sekali yang belum kami jelajahi, maka kami merencanakan untuk mengunjunginya pada waktu yang telah disepakati. Jalan-jalan pertama kami pun akhirnya terlaksana pada 16 September dengan mengunjungi Pantai Baru (wow for the late update! Hehe). Sayangnya mba Rini Selly tidak bisa ikut karena harus pulang ke kampung halamannya di Medan.

Posisi Provinsi DI Yogyakarta yang bagian selatannya berhadapan langsung dengan Samudra Hindia membuatnya terberkahi dengan banyak sekali pantai sebagai tujuan wisata. Ada yang berpasir putih (biasanya di Kabupaten Gunung Kidul atau jamak disingkat GK), dan hitam (biasanya di Kabupaten Bantul). Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya. Pantai di GK biasanya memang berpasir putih, tapi teriknya matahari langsung menyapa kulit karena minimnya pepohonan untuk berteduh. Sedangkan pantai di Bantul berpasir hitam, namun tidak terlalu terik karena terdapat banyak pohon cemara udang yang pendek bisa digunakan untuk berteduh. Bahkan di Pantai Baru yang kami kunjungi tersebut, terpasang ayunan dan kasur jala (betulkah namanya? Yang dipasang diantara dua pohon yang terbuat dari semacam jala itu lho, hehe.. Saya kurang paham apa namanya), yang dapat dinikmati pengunjung. Pantai yang bertetangga dengan Pantai Baru, yaitu Pantai Kuwaru, juga berpohon cemara udang yang teduh. Saya sebut bertetangga karena letaknya memang bersebelahan: kalau ke Pantai Baru belok kanan, Pantai Kuwaru belok ke kiri.

Pantai Baru yang menjadi tujuan kami adalah salah satu pantai yang di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Bernama demikian karena pantai ini masih tergolong baru dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang sudah terlebih dahulu dikenal masyarakat (terutama pantai di GK seperti Pantai Parangtritis, Pantai Depok, dll), meskipun sayangnya kini sudah terlihat sedikit kotor. Selain pohon cemara udangnya, yang unik dari Pantai Baru adalah Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid (PLTH) yang menggunakan kincir angin, tidak jauh dari jalan masuk menuju pantai.

salah satu barisan pohon cemara udang

lorong cemara udang

kiri: PLTH dekat jalan masuk ke pantai; kanan: barisan kincir angin

teduhnya cemara udang membuat ibu-ibu PKK ini semangat menyanyikan mars PKK, hihi…

jangan macam-macam di sini!

berayunan tanpa kepanasan

Selain fasilitas umum yang jamak ditemukan di destinasi wisata (toilet, mushola, tempat parkir, permainan anak), Pantai Baru juga lengkap dengan kolam renang (air tawar?), penyedia ATV atau all-terrain vehicle (namun saya kurang tahu tarifnya), warung makan, penjaja mainan anak-anak, bahkan penjaja ubi dan bawang merah!

kiri atas: penjual ubi; kanan atas: ATV siap dipakai;

kiri bawah: kereta-keretaan; kanan bawah: papan penunjuk fasum di pantai

pedagang bawang merah

jejak ATV

Selain fasilitas-fasilitas di atas, di Pantai Baru bersandar cukup banyak perahu nelayan, yang sedang tidak ‘berdinas’ karena hari itu adalah hari Minggu. Nelayan pun butuh hari libur ya :) Di sejumlah pohon cemara udang juga ditemukan jaring yang digantungkan begitu saja.

bersandar

Ada pula di Pantai Baru adalah sebuah pondok yang di dalamnya terdapat sesuatu yang mirip bangkai ikan paus yang beritanya sempat meramaikan media massa beberapa waktu silam. Di pondok tersebut dipasang papan yang berisi keterangan tentang bangkai itu. Beberapa bagian tubuhnya tidak utuh lagi, yang membuat saya bingung untuk mengambil gambarnya. Akhirnya saya tidak memfotonya sama sekali, karena tidak tahu bagian mana yang seharusnya saya foto untuk menunjukkan bahwa bangkai tersebut tadinya adalah ikan paus. Maklum saja, ilmu jepret saya masih setingkat taman kanak-kanak :)

Sebelum kami akhirnya memutuskan untuk pulang, di dekat tempat parkir terdengar keriuhan. Ternyata datang rombongan kesenian daerah yang sepertinya ‘ditanggap’ oleh seseorang di sana, atau mungkin memang sudah dilanggankan oleh pengelola pantai tersebut. Seru juga buat latihan hunting foto :)

ketauan nih ye..

Demikianlah jalan-jalan singkat kami, memuaskan dulu setitik rasa penasaran kami akan wisata Jogja yang sebenarnya masih amat banyak. Bagi yang ‘berkantong’ mahasiswa seperti saya, berwisata dalam provinsi saja rasanya sudah memuaskan. Kalau boleh copas dari bio-nya akun @LiburanJogja di Twitter, “karena berlibur itu, sangat bisa dilakukan di negeri sendiri :)” Wawasan saya tentang bumi-Nya kini bertambah. Apalagi kalau suatu saat nanti menjelajah luar negeri (dan gratisan) seperti mba Asma Nadia, ya? Satu hal yang pasti, saya senang bisa bertemu dan berbagi dengan sesama hijabers, penyuka jalan-jalan, dan mungkin fotografi juga ya… Karena jalan-jalan tanpa foto-foto kan kurang lengkap :)

 

    • #Pantai Baru
    • #jogja
  • 5 months ago
  • 1
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pop-up View Separately
Pop-up View Separately
PreviousNext

Pantai Baru, Yogyakarta

    • #photowork
    • #Pantai Baru
    • #jogja
  • 5 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Pantai Baru, Yogyakarta
kiri atas: penjual ubi; kanan atas: ATV siap dipakai; kiri bawah: kereta-keretaan; kanan bawah: papan penunjuk fasum di pantai
Pop-upView Separately

Pantai Baru, Yogyakarta

kiri atas: penjual ubi; kanan atas: ATV siap dipakai; kiri bawah: kereta-keretaan; kanan bawah: papan penunjuk fasum di pantai

    • #photowork
    • #Pantai Baru
    • #jogja
  • 5 months ago
  • Permalink
Share

Short URL

TwitterFacebookPinterestGoogle+
Page 1 of 11
← Newer • Older →

About

Avatar mumble_memble: I mumble, therefore I'm not memble. And not otherwise.
Tweets by @fifipipivivi
  • @@fifipipivivi on Twitter
  • RSS
  • Random
  • Archive
  • Ask me anything
  • Submit
  • Mobile
Effector Theme by Pixel Union